Sehat Ajaib

Mimpi Yang Serasa Nyata

Mimpi Yang Serasa Nyata

Mimpi Yang Serasa Nyata Cerita Lucu Mengenai Sebuah Mimpi Yang Terasa Sangat Sangat Begitu Nyata BACA Selengkapnya Dibawah..!!

Mimpi Yang Serasa Nyata

Apakah anda pernah bermimpi yang seakan akan terlihat seperti nyata….?? Pasti semua orang pernah mengalami hal tersebut, karena mimpi sering terjadi pada saat kita tertidur

Mimpi merupakan sebuah imajinasi dari roh yang berada di dalam tubuh kita. Yang dimana imajinasi tersebut akan mengarahkan kita kepada kesenangan, kesedihan, ketakutan bahkan kematian.

Mimpi memang sering terjadi disaat kita tertidur, karena kalau mimpi terjadi saat mata kita masih melek itu bukan namanya bukan mimpi tapi menghayal. Perbedaan mimpi dengan mengahayal sangatlah jauh beda, kebanyakan orang yang menghayal itu dalam keadaan normal atau tidak tidur ( melek ), sedangkan orang yang bermimpi itu saat tertidur.

Akan tetapi mengahayal akan berdampak buruk, bukannya menghayal tidak boleh, akan tetapi harus dalam hal wajar. Karena kebanyakan orang menghayal terlalu tinggi, hingga tingkat ke langit ke 7 . Kebanyakan orang yang berhayal terlalu tinggi otaknya menjadi geser ( somplak ) dan menjadi gila.

Tapi pernahkah anda melihat orang  yang sesudah bermimpi menjadi gila..?? Pasti tidak pernah bukan, karena kebanyakan orang sesudah bermimpi itu menjadi fresh atau segar. Karena mimpi merupakan salah satu cara refreshing roh yang ada di dalam tubuh kita.

Pernahkah anda bermimpi, namun mimpi tersebut terasa nyata bagi anda…? Pasti semua orang perah bermimpi yang terasa sangat begitu nyata padahal itu hanya sebuah mimpi. Misalnya apabila anda bermimpi jatuh, entah jatuh dari pohon dari motor maupun dari langit.

Pasti tubuh anda akan reflek terhadap mimpi tersebut terutamanya merasa kaget sehingga ujung ujungnya anda akan terbangun. Mimpi seperti itu masih biasa tapi pernahkah anda bermimpi yang membuat anda merasa takut, senang tapi dengan ending yang sangat sedih…??

Cerita Tentang Sebuah Mimpi Serasa Nyata

Saya akan menceritakan sebuah pengalaman saya. ” Pada saat hari libur, saya bersama teman saya pergi ke sebuah acara yang biasa dilakukan setiap seminggu sekali, pada saat itu suasana disana sangat ramai banyak orang yang berdatangan dari berbagai macam desa bahkan dunia. Ada yang dari Prancis ( Prapatan Ciamis ), Belanda ( Belakang Dadaha ) dan ada juga dari Singapura ( Singaparna ).

Hampir semua orang pergi ke acara tersebut, karena di acara tersebut banyak orang yang memanfaatkannya dengan cara berjualan makanan, pakaian dan sebagainya. Namun pada saat saya bersama teman saya menghampiri penjual yang dikerubuni banyak orang, karena hal tersebut membuat saya penasaran.

Setelah rasa penasaran saya mulai hilang, saya bersama teman saya pun kembali pergi. Akan tetapi,,,.. Tiba tiba seorang ibu bersama anaknya yang masih kecil, melihat kepada saya dan teman saya serta langsung berteriak. Copet copet dan semua orang langsung berkumpul mengelilingi saya dan teman saya.

Awal Permasalahan

Hah…,, saya pun kaget, dan saya berkata, maksud ibu apa memanggil saya copet…? Si ibu tersebut menjawab, ” Pasti kalian yang telah mengambil handphone milik saya, Ayo ngaku saja kalian sebelum saya melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.”

Maaf sekali ibu saya ini pernah sekolah dan saya di ajarkan oleh orangtua saya bahwa mencopet itu hal yang tidak baik. Tapi ibu tersebut bersikeras menuduh saya bersama teman saya yang telah mencopet handphone nya tersebut.

Oke kalau begitu saya akan laporkan kalian kepada pihak kepolisian, Ujar si ibu tersebut. Tidak lama kemudian datanglah seorang polisi menghampiri ibu tersebut, Maaf apakah ibu yang melaporkan bahwa ada pencopet disini..?? Benar pak polisi mereka berdua telah mengambil handphone milik saya.

Pak polisi tersebut bertanya kepada saya, ” apakah benar kalian telah mencopet handphone ibu ini..? ” Tidak pak saya tidak mengambil handphone ibu tersebut, akan tetapi ibu tersebut berupaya keras menuduh saya yang mengambil handphone tersebut.

Suasana pada saat hari itu sangatlah mencekam, keringat saya mulai bercucuran, karena orang seperti saya yang imut dan lucu dituduh menjadi seorang pencopet. What.. apa kata dunia atuh ,,.. Setelah itu polisi menyuruh saya dan teman saya ikut ke kantor polisi, saya melakukan perlawanan karena saya tidak merasa salah. Sebentar dulu pak saya tidak merasa bahwa saya telah mengambil handphone milik ibu itu.

Akhir Permasalahan

Saya berkata bahwa ibu punya bukti apa menuduh saya sebagai pencopet terhadap handphone ibu..? Ibu itu pun berkata ” Hey mana ada maling ngaku kalau maling  ngaku penjara penuh” Jelas jelas cuma kalian yang tadi ada di dekat saya, pasti kalian yang mengambil handphone saya.

Saya masih membela diri saya karena, saya belum terbukti bersalah. saya berkata “Coba ibu cek dulu siapa tau handphone ibu tersebut terselip di tas atau di saku milik ibu dan anak ibu”. Ibu tersebut pun melakukan pengecekan terhadap handphone nya yang hilang, pada saat ibu tersebut mencari handphone tersebut disaku anaknya,ternyata ibu tersebut lupa bahwa handphone nya tersebut dari tadi di simpan di saku anaknya.

” Tuh kan makanya jangan main nuduh orang sembarangan bu .” Ujar saya, si ibu tersebut pun langsung meminta maaf kepada saya dan teman saya. Tapi saya tidak memaafkan ibu tersebut. Gengsi dong malu dilihat banyak orang dan harga diri saya mau di kemanain, akhirnya saya minta perlindungan kepada bapak polisi tersebut ” Pak bagaimana ini, ini namanya pencemaran nama baik “

Dengan berani saya mengatakan, saya minta ibu bertanggung jawab atas pencemaran nama baik terhadap saya. Ibu tersebut pun terus meminta maaf kepada saya dan teman saya. Tak lama setelah itu ibu tersebut memberikan uang kepada saya dan teman saya sebagai tanda permohonan maaf tersebut.

Akan tetapi saya berusaha keras meminta pertanggung jawaban si ibu tersebut. Karena  ibu tersebut terlihat seperti orang kaya. Ibu tersebut pun menambahkan jumlah uang yang diberikan kepada saya. Dan akhirnya saya menerima permohonan maaf tersebut.

Sesudah permasalahan tersebut selesai dan kami mendapatkan uang yang lumayan cukup banyak. Cukup untuk membeli satu unit sepeda motor atau juga bisa dipakai untuk liburan satu bulan.

Akhir Cerita

Tiba-Tiba…. Bangun Bangun ini sudah siang masih saja tidur cepat bangun mandi sana, nanti terlambat pergi ke sekolah. Saya pun bangun serta menggerakan tangan saya dan melihat tangan saya. Ternyata tidak ada sedikitpun bau bau uang di tangan saya.

Sayangnya kejadian tersebut hanyalah sebuah mimpi. Tapi mimpi tersebut sangatlah terlihat seperti nyata, badan saya penuh dengan keringat karena mimpi saya yang dituduh copet dihadapan banyak orang.

Ternyata begitulah mimpi yang saya rasakan seakan akan mimpi tersebut terasa sangat nyata, dan benar benar terjadi kepada diri saya .

Baca Juga : Tanda Sembuh Dari Lemah Syahwat

Demikian Cerita Tentang Mimpi Yang Yang Terasa Nyata

Sekian & Terima Kasih

 

Dipostkan Oleh : Sehat Ajaib

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Via WhatsApp